MATERI PAI KELAS 11 SYAJA'AH / SYUJA'AH ( BERANI MEMBELA KEBENARAN)


         KD 3. SYUJA'AH ( BERANI MEMBELA KEBENARAN)




A.  Apa Itu Syuja'ah? 

 

Pengertian Syuja’ah Menurut bahasa yang berasal dari shigat syaju'a-yasju'u-syaja'atan (شجع - يشجع - شجاعة) yang artinya berani. 

 

Lawan dari Syuja’ah adalah Al-Jubn (الجُبْن) yang berarti pengecut.

Sedangkan secara istilah pengertian Syuja’ah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian, untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara jantan dan terpuji.

 

B. Dalil Naqli tentang Syuja’ah

 

Dalil naqli adalah dalil yang dinukil (diambil/bersumber) dari Al-Quran dan Al-Hadits (As-Sunnah). Banyak ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan untuk bersifat Syuja’ah. Diantaranya adalah dalam QS. aL-Maidah ayat 8

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ


Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dalil Kedua QS. Ali Imron: 139

 

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imron 3: 139) 

 

C. Tanda-tanda Orang yang Memiliki Sifat Syuja’ah

 

Beberapa bentuk Syuja’ah yang disebutkan oleh Al-Quran:

 

1.   Dalam Hal perilaku

 

Syuja’ah (berani) menghadapi musuh dalam peperangan (jihad fi sabilillah)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya telah memberikan contoh Syuja’ah dalam jihad fi sabilillah. Diantaranya keberanian yang diperlihatkan ketika perang Badar. Dengan kekuatan 300 orang, mereka dengan ikhlas dan gagah berani menghadapi kekuatan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lipat (kurang lebih 1000 orang). Dengan izin Allah, kaum muslimin memperoleh kemenangan gilang gemilang.

 

2.   Dalam Hal Ucapan

 

Syuja’ah (berani) menyatakan kebenaran (kalimatu al-Haq)
"Qulil haqqa walau kaana murran" (Katakanlah yang benar/haq, meskipun pahit (akibatnya)!. Kita harus sentiasa berani dalam mengatakan kebenaran, meskipun di hadapan penguasa zhalim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ 


"Jihad yang paling afdhal adalah memperjuangkan keadilan di hadapan penguasa yang zhalim" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Ada sebuah ungkapan hadits yang berbunyi     قل الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا


"Katakanlah kejujuran walaupun terasa pahit"


Maksudnya: “katakanlah yang benar walaupun perkataan yang benar itu sulit dan sangat berat bagi diri sendiri atau bagi orang orang yang ahli kebatilan yang bersenang-senang dengan manisnya nafsu. 

Sebagaimana syair : ” Engkau tidak akan mencapai kemuliaan hingga engkau merasakan kesabaran “. 

At-thiby berkata : Serupa dengan amar ma’ruf nahyi mungkar dengan kesabaran, kepada orang yang tidak menyukai keduanya , Karena sesungguhnya itu pahit rasanya tetapi akibatnya terpuji.

Pembahasan

Pengertian jujur dilihat dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi atau sesuai kenyataan.  

Dari segi bahasa, jujur dapat disebut juga sebagai lawan kata bohong yang artinya adalah berkata tau pun memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Pengertian jujur secara istilah adalah  sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan  sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi.  

Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

 

Dalam mengatakan kebenaran membutuhkan sikap amar ma'ruf nahyi munkar. Amar ma'ruf artinya perintah kepada kebaikan dan nahyi munkar artinya melarang/mencegah keburukan. (Amar ma'ruf nahyi munkar: memerintah kepada kebaikan dan mencegah/melarang berbuat keburukan)



Amar ma'ruf nahyi munkar merupakan cita-cita dan nilai luhur dari umat manusia. Apabila tidak ada amar ma'ruf nahyi munkar maka tidak akan ada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Apabila tidak ada ketaatan kepada Allah T'ala maka azab Allah akan datang menghampiri. Jika tidak taat kepada Allah masih aman-aman saja tida ada adzab, maka mereka sedang diberi istidraj (dilulu). Diberikan kenikmatan, justru biar semakin jauh dari Allah.



3. Syuja’ah (berani) untuk mengendalikan diri ketika marah


Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim (Muttafaq 'alaih)

diriwayatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ». متفق عليه 

 

Artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Bukanlah yang dinamakan pemberani itu orang yang kuat bergulat. Sesungguhnya pemberani itu adalah orang yang sanggup menguasai dirinya di waktu marah". (Muttafaq 'alaihi)

 

Asal Bermula Sifat Syuja'ah


Ada tujuh faktor yang menyebabkan seseorang memiliki keberanian:

·         Rasa takut kepada Allah

·         Lebih mencintai akhirat daripada Dunia

·         Tidak takut mati

·         Tidak ragu-ragu

·         Tidak menomorsatukan kekuatan materi

·         Tawakkal dan yakin akan pertolongan Allah

·         Hasil Pendidikan


BACA JUGA

KD I. TAAT ATURAN KOMPETISI DALAMKEBAIKAN DAN ETOS KERJA

KD II. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT

KISI-KISI PTS GANJIL KELAS 11 MAPEL PAB

 

D. Hubungan asy-syaja'ah dengan kejujuran

 

Syaja'ah menurut bahasa berarti berani/ gagah. Secara istilah syaja'ah berarti keteguhan hati, kekuatan pendirian untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara jantan dan terpuji.


Kejujuran bermakna kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, kesesuaian antara informasi dan kenyataan, ketegasan , dan kemantapan hati, sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.

 

Jadi Hubungan asy-syaja'ah dengan kejujuran: untuk menyampaikan kejujuran, dibutuhkan keberanian (syaja'ah).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar