BAB I : Toleransi, Rukun, dan Menghindarkan Diri
dari Tindakan Kekerasan
Pengertian dan Hikmah Toleransi, Rukun, dan Menghindarkan Diri dari Tindakan Kekerasan
Setiap manusia dalam kehidupannya senantiasa akan membutuhkan ketenangan, kenyamanan, dan penuh dengan perdamaian. Ketiga hal tersebut dapat tercapai apabila tertanam sikap toleransi, rukun, dan menghindari tindak kekerasan.
1. Toleransi
Toleransi adalah kata yang baku dalam bahasa Indonesia dan maknanya bisa dijumpai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata ini artinya adalah BERSIKAP TOLERAN. Adapun yang dimaksud toleran masih menurut KBBI adalah sebagai sifat atau sikap yang MENENGGANG, MEMBIARKAN, MENGHARGAI, MEMBOLEHKAN pendirian, padangan, pendapat, kepercayaan, kelakuan, kebiasaan dan sebagainya yang sifatnya berbeda atau bahkan bertentangan dengan diri.
jadi,
Toleransi dapat diartikan sebagai membiarkan atau menghargai orang lain yang memiliki perbedaan dengan mayoritas dan tidak memperlakukannya dengan kekerasan atau sikap kasar.
DALIL TOLERANSI
وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ ࣖ - ٤٠
Artinya: “Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.”
وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ - ٤١
Artinya: “Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Tafsir ayat 40 menjelaskan terbaginya umat manusia ke dalam dua golongan. Ada golongan yang beriman kepada Allah dan golongan yang tidak beriman. Golongan yang beriman akan mengikuti apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan yang tidak beriman akan mendapatkan balasan dari Allah.
Lalu, tafsir ayat 41 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk terus menyampaikan ajarannya. Bagi yang orang-orang musyrik dan tetap mendustakan Rasulullah akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Perilaku toleransi dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan hikmah dan maanfaat dalam kehidupan. Adapun hikmah dari perilaku toleransi antara lain sebagai berikut :
a. Mencegah perpecahan dalam kehidupan.
b. Menumbuhkan saling menghargai dan menghormati.
c. Menumbuhkan kesadaran dan saling pengertian.
d. Memelihara kerukunan.
e. Mengokohkan kebersamaan.
f. Menciptakan rasa tanggung jawab.
g. Menumbuhkan kepekaan sosial antar anggota masyarakat.
2. Kerukunan
Hidup rukun adalah suatu keadaan hidup tenang, damai, bersaudara, tidak bermusuhan antara satu individu atau kelompok dengan individu atau kelompoklainnya.
Kerukunan yang dijalin dengan sesama tanpa membedakan latar belakangnya akan melahirkan berbagai hikmah antara lain sebagai berikut :
a. Kehidupan akan terasa tenang, tenteram, dan damai.
b. Saling menghargai penuh kekeluargaan.
c. Rasa Kebersamaan dengan dilandasi persatuan dan kesatuan.
d. Menumbuhkan tanggung jawab untuk saling melindungi.
e. Meningkatkan sikap gotong royong dalam hal-hal yang positif.
3. Menghindarkan Diri dari Tindak Kekerasan.
Tindakan kekerasan termasuk perbuatan zalim dan termasuk dosa besar yang tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim. Kezaliman yang dilakukan seseorang akan menjadi salah satu penghalang dirinya mendapat kasih sayang Allah Swt pada hari kiamat.
Hikmah dari sikap menghindari tindakan kekerasan :
a. Akan menghiasi pribadi seseorang dengan kebaikan.
b. Hidup akan terasa tenang, tenteram dan damai.
c. Terjalin kerja sama, persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar