KD. 3 SEMANGAT MENUNTUT ILMU
DAN MENYAMPAIKANNYA KEPADA SESAMA
Kompetensi Inti :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar :
2.5. Menunjukkan sikap semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At-Taubah (9): 122 dan hadits terkait
3.7. Memahami Q.S. At-Taubah (9) : 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikan nya kepada sesama.
4.5. Menceritakan tokoh-tokoh teladan dalam semangat mencari ilmu
Tujuan Pembelajaran :
Setelah membaca, mempelajari modul ini siswa dapat :
1. Membaca Al Quran dengan tartil dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mampu membaca Q.S. At-Taubah (9) : 122sesuai dengan kaedah tajwid dan makhrojul huruf.
3. Mampu membaca Hadits tentang kewajiban menuntut Ilmu dengan baik dan benar
4. Menterjemahkan Q.S. At-Taubah (9) : 122secara lafdhiyah dengan baik dan benar
5. Menterjemahkan Q.S. At-Taubah (9) : 122 dengan baik dan benar.
6. Menunjukkan hafalan Q.S. At-Taubah (9) : 122dengan lancar.
7. Memahami makna yang terkandung dalam Q.S. At-Taubah (9) : 122tentang semangat menuntut Ilmu, dengan baik dan benar
8. Memahami makna yang terkandung dalam Hadits tentang menuntut Ilmu, dengan baik dan benar.
9. Memiliki perilaku semangat menuntut Ilmu, sebagai implementasi dari pengamalan Q.S. At-Taubah (9) : 122
A. QS At-Taubah [9]; 122 tentang semangat menuntut Ilmu dan menyampaikan kepada orang lain
Allah SWT berfirman ;
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ
لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ
Artinya : tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. ( QS AtTaubah [10];122).
Makna Ayat.
Secara umum ayat ini merupakan rangkaian dari ayat sebelum dan sesudahnya, yang menjelaskan tentang kewajiban berjihadmenhadapi orang kafir. Kaum muslimin sangat antusias menyambut seruan jihad di jalan Allah. Jihad fi sabillah melawan orang kafir dipimpin langsung oleh Rasulullah saw, namun kadang kala Rasulullah cukup mengirim Pasukan saja, sementara Rasulaullah saw tinggal di Madinah.
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa:
1. Jika Rasulullah SAW keluar Madinah menuju suatu negeri kafir untuk berjihad maka hendaknya setiap kabilah jika boleh tidak ikut semuanya berjihad, hendaknya ada sebagian pasukan dari setiap kabilah itu ikut berperang bersama nabi saw, agar mereka bisa memperdalam agama dari Rasulullah SAW, sehingga sekembalinya ke Madinah (ke kabilahnya ) bisa mengajari
kaumnya tentang agama yang telah di perolehnya selama bersama Nabi di dalam perjalanan dan di medan perang. Sehingga pasukan yang berangkat ini memiliki dua tugas yaitu berjihad bersama Nabi dan memperdalam agama (menuntut Ilmu) bersama nabi selama dalam perjalanan dan peperangan.
2. Jika Rasulullah hanya mengutus pasukan berangkat menuju suatu negeri untuk berjihad sedangkan Rasulullah tidak ikut bersama mereka, tetap tinggal di Madinah, maka hendaknya kaum muslimin dari setiap kabilah tidak seluruhnya pergi ke negeri musuh untuk berjihad, melainkan harus ada yang tinggal bersama nabi untuk memperdalam agama, sehingga bisa menyampaikan atau mangajarkan agama (ilmu) kepada pasukan yang berangkat perang jika mereka telah kembali.[1]
Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa dalam setiap kandisi harus tetap ada dari kaum muslimin yang memperdalam agama, menuntut ilmu. Pada saat peperangan harus ada sebagian kaum muslimin yang menuntut ilmu, agar nantinya bisa menyampaikan kepada orang yang baru pulang berperang. Ayat ini juga menjelaskan kepada kita bahwa menuntut ilmu hukumnya Fardhu, sebagaimana hukum berjihad di jalan Allah.
Ilmu merupakan salah satu kunci kesuksesan seseorang, kunci kesuksesan lainnya adalah Iman. Allah akan mengangkat derajat manusia jika ia memiliki Iman dan Ilmu pengetahuan. Sebagaimana di jelaskan oleh Allah dalam QS Al-Mujadilah ayat 11
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
خَبِيْرٌ
Artinya : ....Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
maka jika kalian ingin menjadi orang yang sukses maka kalian harus memiliki duakunci tersebut. Jika kalian hanya memiliki Ilmu tanpa Iman mungkin kalian akan sukses di dunia tapi kalian sengsara di akhirat. Ikutlah kunci kesuksesan manusia, sedangkan kunci Ilmu Pengetahuan adalah, Iqra‟ (read, membaca), Tafakkur(research,Penelitian) dan Rihlah( journey, mengadakan Perjalanan).
Tentang membaca, Allah berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ,خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ,اقْرَأْ وَرَبُّكَ
الْأَكْرَمُ,الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ,عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. “(Al-alaq 1-5).
QS Al-‘Alaq ayat 1-5 ini merupakan ayat yang pertama kali turun, isinya memerintahkan kepada manusia untuk membaca. Ini menunjukkan bahwa membaca merupakan kunci ilmu pengetahuan. Rasulullah saw. telah memberi kesempatan kepada para tawanan musyrikin Quraisy dalam perang Badar yang tidak sanggup menebus dirinya dengan harta, agar mengajar membaca dan menulis kepada sepuluh anak orang Islam sebagai tebusan.[2]Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap mata pelajaran membaca dan menulis sebagai kunci ilmu pengetahuan.
Membaca merupakan aktifitas yang paling mudah untuk di laksanakan dan merupakan kunci ilmu pengetahuan yang paling mudah. Dengan membaca seseorang akan mendapatkan ilmu yang banyak. Ilmu please mememiliki keudukan yang sangat tinggi dalam agama, karena seseorang yang mekaukan ibadah, ibadahnya tidak akan di terima oleh Allah SWT jika tanpa di dasari Ilmu.
Tentang Menyelidiki alam semesta, Allah berfirman:
قُلِ انْظُرُوْا مَاذَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَمَا تُغْنِى الْاٰيٰتُ وَالنُّذُرُ عَنْ
قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُوْنَ
Artinya : “Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". “ (Yunus 101).
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي
الْأَلْبَابِ (190
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ (191
Artinya ; Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. ( QS Ali Imron [3]; 190-191)
Melakukan penelitian merupakan aktifitas yang perintah oleh Allah SWT, dengan penelitian akan di temukan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan memberikan manfaat kepada manusia.
Tentang anjuran agar orang bepergian mengelilingi bumi berfirmanlah Allah swt:
قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلُۗ
كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِيْنَ
Artinya : Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." ( QS Ar Ruum [30]; 42
Selain tiga kunci tersebut terdapat perintah lagi dari Allah agar kita dapat memiliki ilmu yaitu bertanya kepada orang yang lebih tahu, bertanya kepada ahlinya. Allah SWT berfirman;
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ
لَا تَعْلَمُوْنَۙ
Artinya : dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan[828] jika kamu tidak mengetahui, ( QS An-Nahl [16] ; 43 )
Demikianlah Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk menuntut ilmu agar kita memiliki pengetahuan dan agar kita mampu menjalani hidup ini dengan benar sebagaimana maksud dan tujuan penciptaannya, yaitu mengabdi kepada Allah.
B. Hadits tentang Ilmu
1. Hadits tentang kewajiban menuntut Ilmu
طَلبُ اْلِعلْمِ فريضَةٌ عَلى كُلِّ مُسْلِمٍ.وَوَاضِعُ العِلْمِ عِنْدَغَيْرِ اهْلهِ كَمُقَلهِ
الخَنازيرِ الجَوْهَرَوَاللؤْلؤُ وَالذَّهَبَ (رواه ابن مجاه
“Rosulullah Saw. Telah bersabda : Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan orang yang meletakkan ilmu kepada orang yang bukan ahlinya (orang yang enggan untuk menerimanya dan orang yang menertawakan ilmu agama) seperti orang yang mengalungi beberapa babi dengan beberapa permata, dan emas. (H.R. Ibnu Majah)
2. Hadits tentang Keutamaan menuntut Ilmu
مَنْ سَلكَ طريقًا يَلْتمِسُ فيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لهُ طريقًا إلى الجَنَّةِ
(رواه مسلم)
Barang siapa yang berjalan di suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya hjalan ke surga. ( HR
Muslim)
عَنْ أنسِ بنِ مَالكٍ قالَ قالَ رسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلمَ مَنْ خَرَجَ
في طلبِ العِلْمِ كَانَ في سَبيلِ اللهِ حَتى يَرجِعَ (رواه الترميذى)
Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa keluar dalam rangka menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali..' [HR. Tirmidzi ]
3. Hadits keutamaan orang yang berilmu
فَضْلُ العَالمَ عَلى العَابدِ كَفَضْليْ عَلَى أدْنا كُمْ
(رواه الترميذ)
Artinya: dari Abi Umaamah r.a. sesungguhnya Nabi SAW bersabda : keutamaan seorang „alim daripada seorang „aabid (ahli ibadah) bagaikan kelebihanku terhadap orang yang terendah di antara kamu... ( HR Tirmidzi)
4. Perintah mengamalkan Ilmu dan ancaman mengabaikannya.
Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu penyebab hilangnya keberkahan ilmu. Orang yang memilikinya akan dimintai pertanggungjawaban atas ilmunya. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan hal ini dalam firman-Nya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan. Hal (itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [QS Ash-Shaff: 3]
Begitu banyak nasihat dari para ulama yang berkaitan tentang pentingnya mengamalkan ilmu. diantaranya adalah:
• Abdullah bin Mu’taz rahimahullah berkata:
عِلْمٌ بِلَا عَمَل كَشَجَرةٍ بلَا ثَمرةٍ
“Ilmu tanpa amal, bagaikan pohon tanpa buah”
Beliau juga berkata :
عِلْمُ الْمُنافقِ فِقَوْلو، وَعِلْمُ المُؤْمِنِ فِعَمَلوِ
• “Ilmunya seorang yang munafik itu hanya
sekedar diucapan saja, adapun ilmunya seorang mukmin itu ada pada amal perbuatannya.”
5. Hadits tentang perintah menyampaikan Ilmu kepada orang lain
بَلِّغوْا عَنِّى وَلوْ أَ يَةً ,...)رواه البخاري
Artinya : Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda; “sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. ( HR Bukhari)
6. Hadits tentang keutamaan menyampaikan Ilmu kepada orang lain
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ
ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Artinya : dari Abi Hurairah r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda; barang siapa yang mengajak orang kepada suatu jalan yang baik, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala pengikutnya dengan tidak mengurangi dari pahala mereka sedikitpun. ( HR Muslim )
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya, “Siapa yang meninggal dalam keadaan mengilmui (makna) laa ilaaha illa Allah maka pasti ia masuk Surga.” (HR. Muslim no. 26)
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar