KD V Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah


 Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah



A. Memahami Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad saw.


1. Hijrah, Titik Awal Dakwah Rasulullah saw. di Madinah

Hijrah secara bahasa artinya berpindah. Adapun dalam pembahasan ini, hijrah didefinisikan sebagai berpindahnya Rasulullah saw. dan para sahabatnya dari Makkah ke Yastrib (Madinah).

Peristiwa hijrah merupakan titik awal dakwah Rasulullah yang baru. Ketika di Makkah, beliau tidak memiliki kekuasaan pemerintahan, sehingga dalam dakwahnya beliau ditekan oleh kaum kafir Quraisy. Adapun di Madinah beliau memiliki kekuasaan pemerintahan, sehingga beliau lebih leluasa dalam melaksanakan dakwahnya.


2. Faktor-faktor yang Membuat Rasulullah Hijrah ke Madinah

    a.Merupakan perintah Allah Swt.
    b.Dakwah di Makkah sudah tidak berkembang
    c.Masyarakat Madinah memberikan kekuasaan pemerintahan terhadap beliau
    d.Penyiksaan dan pemboikotan yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum muslim

B. Substansi Dakwah Nabi saw. di Madinah

Substansi adalah inti atau pokok. Dalam hal ini, inti dakwah Nabi Saw. di madinah adalah:
 

1. Membina Persaudaraan antara Kaum Anśar dan Kaum Muhajirin

Kaum Muhajirin adalah sebutan bagi pengikut Rasulullah saw. yang hijrah dari Mekah ke Madinah. Adapun kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang menolong Nabi dan para sahabatnya.

Strategi Nabi mempersaudarakan Muhajirin dan Anśar adalah untuk mengikat setiap pengikut Islam yang terdiri atas berbagai macam suku dan kabilah ke dalam suatu ikatan masyarakat yang kuat, senasib, seperjuangan dengan semangat persaudaraan Islam.
 

2. Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam

Di Madinah, Nabi saw. membentuk masyarakat dengan berlandaskan islam. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang disatukan dengan pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama. Dalam hal ini, beliau menjadikan islam sebagai asas dalam bermasyarakat.

Dalam pelaksanaanya beliau mengaplikasikan beberapa hal, yaitu:

    a.Kebebasan beragama
    b.Melaksanakan setiap hukum islam
    c.Menerapkan prinsip-prinsip kemanusiaan

3. Mengajarkan Pendidikan Politik, Ekonomi, dan Sosial

Selain mengajarkan ahlak dan ibadah, beliau saw. juga mengajarkan urusan-urusan keduniaan. Beliau mampu menggabungkan aspek keduniaan dan keakhiratan menjadi sebuah sinergi yang begitu brilian. Pengaruh beliau hingga saat ini masih terasa oleh seluruh kaum muslim di dunia.
 

C. Strategi Dakwah Nabi di Madinah

Sebagai seorang pemimpin dan politisi, Nabi Saw. membuat berbagai strategi untuk mencapai tujuan yang beliau inginkan. Diantara strategi tersebut ialah:
 

1. Meletakkan Dasar-Dasar Kehidupan Bermasyarakat

Sesampainya di Madinah, Nabi Muhammad saw. segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi adalah seperti berikut:

    Membangun masjid
    Membangun ukhuwah Islamiyah
    Menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain yang nonmuslim

2. Melakukan Politik Luar Negeri dengan Negara Asing

Politik luar negeri islam adalah dengan dakwah dan jihad. Ketika suatu kaum/Negara sudah beliau dakwahi agar masuk islam atau tunduk kepada aturan islam dengan membayar jizyah, dan mereka menolak juga menentang keras islam maka kaum tersebut akan diperangi oleh Rasulullah saw.

Hal inilah yang dialami oleh kaum Quraisy. Mereka terus menentang keras dakwah Nabi. Sehingga akhirnya terjadilah peperangan antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy, diantaranya:

   1. Perang Badar
    2.Perang Uhud
    3.Perang Ahzab

Selain itu Nabi Muhammad juga memerangi musuh-musuhnya selain kaum Quraisy, diantaranya adalah dalam:

    1.Perang Hunain
    2.Perang Tabuk
    3.Perang Mu’tah

3. Surat Nabi Muhammad saw. kepada Para Raja

Genjatan senjata antara Nabi Muhammad saw. dan musyrikin Quraisy telah memberi kesempatan kepada Nabi Muhammad saw. untuk melirik negeri-negeri lain sambil memikirkan cara berdakwah ke sana. Salah satu cara yang ditempuh Nabi Muhammad saw. adalah dengan berkirim surat kepada raja-raja, para penguasa negeri-negeri tersebut.

Di antara raja-raja yang dikirimi surat oleh Nabi Muhammad saw. adalah raja Gassan, Mesir, Abisinia, Persia, dan Romawi. Tidak satu pun dari raja-raja tersebut menyambut dan menerima ajakan Nabi Muhammad saw. Semuanya menolak dengan cara yang beragam. Ada yang menolak dengan baik dan simpati dan ada pula yang menolak dengan kasar sepert yang dilakukan oleh Raja Gassan. Ia tidak sekadar menolak, bahkan utusan Nabi Muhammad saw. ia bunuh dengan kejam.
 

4. Penaklukan Mekah

Orang-orang Mekah telah membatalkan secara sepihak Perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. segera berangkat ke Mekah dengan 10.000 orang tentara. Tanpa kesulitan, Nabi Muhammad saw. dan pasukannya memasuki Mekah dan berhala-berhala di seluruh sudut negeri dihancurkan. Setelah itu Nabi berkhutbah memberikan pengampunan bagi orang-orang Quraisy. Akhirnya Makkah pun berada dalam kekuasaan dan pemerintahan islam.

  PIAGAM MADINAH

Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau berkeinginan untuk menciptakan suatu tatanan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Cita-cita tersebut yang kemudian mendorong Nabi Muhammad untuk menyusun sebuah dokumen yang disebut sebagai Mitsaq al-Madinah, dari sinilah kemudian dikenal nama Piagam Madinah. Piagam tersebut juga menjadi dasar hukum bagi kehidupan bermasyarakat di Madinah, untuk itu Piagam Madinah juga terkadang disebut sebagai Konstitusi Madinah.[3]

Piagam Madinah disusun bukan hanya dari pemikiran Nabi Muhammad saja, tetapi meliputi gagasan-gagasan dari semua tokoh stakeholder dalam masyarakat Madinah. Untuk itulah Piagam Madinah disusun berdasarkan konsensus bersama seluruh komponen masyarakat Madinah. Ahli hukum Islam Inggris berdarah India, Muhammad Hamidullah bahkan menyebut Piagam Madinah sebagai konstitusi demokratis modern pertama di dunia.[4]
Kondisi Demografis

Ketika Nabi Muhammad SAW hijah dari Mekah ke Madinah, beliau ingin mendirikan suatu tatanan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Untuk dapat memahami kondisi dan situasi sosial di Madinah, Nabi Muhammad SAW kemudian melakukan sensus penduduk Madinah. Hasil dari sensus tersebut ditemukan bahwa dari 10.000 penduduk Madinah, penduduk Muslim hanya 1.500 jiwa, sementara orang Yahudi ada 4.000 jiwa dan 4.500 jiwa lainnya masih menganut paganisme (musyrikin). Berdasarkan sensus tersebut, maka penduduk Muslim di Madinah pada awalnya adalah kelompok minoritas.[5]

Setelah melakukan sensus Nabi Muhammad SAW kemudian mempertemukan tiga entitas masyarakat Madinah, yakni: Muslim, Yahudi, dan musyrikin. Kaum Muslim terdiri dari Kaum Muhajirin dan Kaum Ansar; Kaum Muhajirin terdiri dari Bani Hasyim dan Bani Muthallib, sementara Kaum Anshar terdiri dari Bani Aus dan Bani Khazraj. Penyatuan Bani Aus dan Bani Kazraj tersebut juga dikenal sebagai Bai'at Aqabah II.[6] Kemudian Kaum Yahudi terdiri dari Bani Qaynuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Berdasarkan kondisi ini maka masyarakat Madinah pada saat itu adalah komunitas yang pluralistik, untuk itulah kemudian Nabi Muhammad SAW mempertemukan semua komponen masyarat Madinah.[7]
Perumusan

Tindakan pertama Nabi Muhammad SAW setelah bertemu dengan masyarakat Madinah adalah mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar. Pertemuan antara dua kelompok Muslim itu diadakan di rumah Anas bin Malik. Setelah mepersaudarakan kaum Muslimin, Nabi Muhammad kemudian menyatukan seluruh kelompok Yahudi dengan perjanjian aliansi dan kebebasan beragama. Setelah berhasil mempersatukan seluruh kelompok yang ada di Madinah, Nabi Muhammad SAW kemudian merinci perjanjian sosial-politik Madinah, perjanjian inilah yang kemudian menjadi Piagam Madinah.[8]
Isi Piagam Madinah
Berikut isinya, lengkap dengan teks asli berbahasa Arab:

Berikut adalah isi dari PIAGAM MADINAH:

    Kaum Muslimin juga kaum Yahudi sama-sama berkewajiban turun ke medan perang.
    Bai Auf dan Yahudi di Madinah diperlakukan sama dan adil seperti kaum Muslimin.
    Yahudi tetap memegang teguh keyakinan mereka dan hal yang sama berlaku pada kaum muslim.
    Kaum Yahudi juga Muslim haris senantiasa tolong menolong memerangi musuh bersama.
    Kaum Muslimin dan Yahudi senantiasa berbuat kebaikan dan keduanya juga saling mengiatkan apabila terjadi kedzaliman serta tindakan aniaya.
    Madinah dilindungi dan dipertahankan bersama-sama dari gangguan serta ancaman pihak luar.
    Semua penduduk Madinah tidak terkecuali akan dijamin penuh keselamatannya. Hal ini tidak berlaku bagi mereka yang berbuat kejahatan.

» Pembahasan

Piagam Madinah termasuk salah satu dokumen sejarah penting bagi umat islam. Nama lain Piagam Madinah adalah Shahifatul Madinah. Piagam ini berupa dokumen yang memuat perjanjian formal Rasulullah SAW dengan semua suku serta kaum yang ada di Madinah di tahun awal hijrahnya Rasulullah SAW. Pada Piagam Madinah, nama Madinah masih Yastrib. Madinah sendiri adalah kota yang masyarakatnya majemuk. Ada kaum muslim, Yahudi dan kaum lainnya di sana. Menyadari hal ini maka Rasulullah SAW merasa perlu membuat ketetapan resmi agar kehidupan majemuk dalam kerukunan dan keharmonisan tetap terjaga.

Soal Esssay 

1). Apa strategi dakwah yang dijalankan Rasullah saw. pada periode Madinah?
2). Apa substansi dakwah Rasullah saw. pada periode Madinah? Jelaskan!
3). Sebutkan kelompok-kelompok masyarakat di Madinah ketika Rasullah saw. tiba di sana!
4). Jelakan tahapan-tahapan dakwah Rasullah saw. periode Madinah!
5). Apa hikmah di balik peristiwa hijrah ke Madinah? Sebutkan!
6). Apa yang melatarbelakangi perintah Allah agar Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Madinah?
7). Sebutkan nama-nama kaum Muhajirin dan Anshor yang dipersaudarakan oleh Nabi!
8). Sebutkan Masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah!
9). Jelaskan Secara Singkat peristiwa Fathu mekah!
10) jelaskan isi Piagam Madinah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar