TP 1 . Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja


 TP 1 . Kompetisi dalam Kebaikan

dan Etos Kerja

A. Kompetisi Dalam Kebaikan

1. Pengertian Kompetisi dalam Kebaikan

Kompetisi dalam kebaikan, atau fastabiqul khairat dalam Islam, adalah persaingan atau adu kemampuan yang bertujuan untuk mencapai hasil positif dan menguntungkan bagi individu atau kelompok. Kompetisi dalam kebaikan disukai Allah SWT dan dapat melahirkan amalan yang terbaik


2.Dalil Kompetisi dalam kebaikan

Al-Quran Surat al-Maidah ayat 48

Terjemahkan Ayat Q.S. al-Maidah: 48

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah/5: 48)


Hadits Nabi : 

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan amal-amal shalih, karena akan

terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita di mana ada seseorang yang pada waktu pagi ia beriman, tetapi pada waktu sore ia kair, pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia kair, ia rela menukar agamanya (dengan sedikit keuntungan dunia)”. (H.R. Muslim)


3.  Asbabunuzul Surat Al-Maidah Ayat 48


Asbabun nuzul surat Al-Maidah ayat 48 Salah satu alasannya adalah karena para ulama Yahudi menguji Rasulullah untuk memutuskan hukuman atas pelaku zina di kalangan mereka. Saat itu, mereka telah menghilangkan dan mengganti beberapa ayat dalam Taurat sesuai dengan kepentingan mereka, salah satunya mengenai hukuman bagi pelaku zina. Nabi kemudian memberikan putusan hukuman pada pelaku zina dengan menggunakan hukum yang terdapat dalam kitab Taurat,  Ayat ini juga mengandung perintah untuk menghukum dan memutuskan perkara manusia sesuai hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an.


4. Isi Kandungan QS. Almaidah ayat 48


a. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. dengan haq (kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara turunnya, maupun yang mengantarnya turun (Jibril a.s.).

2. Kitab Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Dalam hal ini Al-Qur’an adalah muhaimin terhadap kitab-kitab terdahulu karena ia menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.

b. Kitab suci Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitab-kitab terdahulu dan menjadi tolok ukur kebenaran terhadapnya, serta menjadi saksi untuk keabsahannya. Dalam kedudukannya sebagai pemelihara, Al-Qur’an memelihara dan mengukuhkan prinsip ajaran Ilahi yang bersifat universal (kully) dan mengandung kemaslahatan abadi bagi umat manusia sepanjang masa.

c. Allah Swt. memerintahkan agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Hendaklah orang beriman memutuskan perkara berdasarkan kitab suci Al-Qur’an dan tidak boleh bertentangan dengannya. 

d. Tiap-tiap umat memiliki aturan (syariat) yang akan menuntunnya menuju kebahagiaan abadi. Allah Swt. juga mengkaruniakan jalan terang (manhaj) yang dilalui oleh manusia dalam menjalankan aturan beragama. 

e. Allah Swt. telah menjadikan syariat Nabi Muhammad Saw. sebagai penyempurna syariat para nabi terdahulu serta membatalkan syariat sebelumnya. Seandainya Allah Swt. menghendaki, niscaya umat Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan umat Nabi Muhammad Saw. akan dijadikan satu umat saja. Tetapi hal ini tidak dikehendaki oleh Allah Swt.

f. Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dengan sungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan dan menghindari perdebatan yang tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia.


5. Manfaat Kompetisi dalam kebaikan

Di antara manfaat tersebut adalah

sebagai berikut:

a) Memperoleh rida dan pahala dari Allah Swt.

b) Menjadi manusia yang bermanfaat

c) Mempercepat penyelesaian pekerjaan

d) Termotivasi untuk menjadi lebih baik

e) Menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab

f) Mempererat hubungan antar sesama


B. Etos Kerja

1. Pengertian Etos Kerja

Etos kerja adalah sebuah keyakinan yang dimiliki oleh seseorang dalam melakukan sesuatu hal dengan tekad untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik.Pengertian etos kerja di KBBI, etos kerja merupakan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok


2.Dalil Etos Kerja

Alquran : QS. At-taubah ayat 105

artinya : “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)


Hadits Nabi SAW : 

Artinya: “Dari Abu Abdullah az-Zubair bin al-‘Awwam r.a., berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh sekiranya salah seorang di antara kamu sekalian mengambil beberapa utas tali kemudian pergi ke gunung dan kembali

dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya di mana dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupnya, maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada sesama manusia baik mereka memberi ataupun tidak memberinya”. (H.R. Bukhari)


3.  Asbabunuzul Surat At taubah 105

Asbabunnuzul surah At - Taubah ayat 105 adalah karena setelah serangan kaum Mukminin kepada kaum Quraisy, Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk menyerukan kepada umat Rasulullah supaya membersihkan diri dan bertaubat dengan bersedekah dan mengeluarkan zakat serta beramal shaleh sebanyak - banyaknya.


4. Isi Kandungan QS. At taubah 105

a. mendorong manusia untuk beramal tanpa pamrih, dengan kesadaran bahwa amal tersebut diawasi oleh Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman. 

b. memerintahkan manusia untuk lebih mawas diri dan mengawasi pekerjaan mereka, karena Allah SWT akan membuka setiap hakikat amal baik atau buruk yang dikerjakan manusia di hari kiamat. 

c. Allah SWT, Rasulullah, dan orang-orang mukmin akan melihat seluruh perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama hidup di dunia. Mereka akan menimbang perbuatan tersebut dengan timbangan keimanan dan bersaksi atas segala perbuatan itu. 

d. memerintahkan Rasul-Nya untuk menyerukan kepada kaum Muslimin supaya membersihkan diri dan bertaubat dengan bersedekah, mengeluarkan zakat, dan beramal shaleh sebanyak-banyaknya.


5. Manfaat Etos kerja

a) Terbiasa menghargai hasil yang sudah diraih

b) Menjaga martabat diri sendiri

c) Wujud pengabdian kepada Allah Swt.

d) Melatih sifat tabah, sabar, dan tawakal


Tidak ada komentar:

Posting Komentar